Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
31 Aug 2026 13 pembaca ADMIN Puskemas Mauk

Puskesmas Mauk Lakukan Penyelidikan Epidemiologi Menindaklanjuti Laporan Kasus DBD di Kelurahan Mauk Timur

Mauk, 29 Agustus 2026 — Puskesmas Mauk melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di wilayah Kelurahan Mauk Timur, RT 04 RW 02, sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait adanya dugaan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

Penyelidikan Epidemiologi tersebut turut dihadiri oleh Bapak dan Ibu Lurah Mauk Timur, serta tim Puskesmas Mauk yang terdiri dari dokter, bidan desa, dan sanitarian.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di sekitar rumah warga, khususnya pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan wawancara singkat kepada keluarga dan warga sekitar untuk memperoleh informasi terkait kondisi kesehatan dan kemungkinan adanya kasus serupa di lingkungan tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim, dugaan kasus DBD yang dilaporkan tersebut tidak terkonfirmasi sebagai kasus DBD. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kondisi pasien diketahui berkaitan dengan penyakit autoimun.

Meskipun dugaan kasus DBD tidak terbukti, kegiatan PE tetap menjadi bagian penting dalam upaya kewaspadaan dan pencegahan penyakit di masyarakat. Puskesmas Mauk juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan secara rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

Pernyataan Kepala Puskesmas Mauk

dr. Allan Sartana, Kepala Puskesmas Mauk, menyampaikan bahwa kegiatan Penyelidikan Epidemiologi merupakan bentuk respons cepat Puskesmas terhadap setiap laporan atau informasi kesehatan yang berkembang di masyarakat.

“Setiap laporan terkait dugaan kasus DBD tetap kami tindak lanjuti melalui penyelidikan epidemiologi untuk memastikan kondisi di lapangan. Dalam kegiatan di RT 04 RW 02 Kelurahan Mauk Timur ini, setelah dilakukan penelusuran dan pemeriksaan, kasus yang dilaporkan ternyata bukan DBD, melainkan berkaitan dengan autoimun.”

Lebih lanjut, dr. Allan menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap DBD harus tetap dilakukan meskipun suatu laporan tidak terbukti sebagai kasus DBD.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Pemeriksaan jentik secara rutin dan pemberantasan sarang nyamuk merupakan langkah sederhana yang sangat penting untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Jangan menunggu sampai ada kasus, mari kita cegah bersama.”

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Mauk bersama pemerintah kelurahan terus memperkuat surveilans kesehatan dan kewaspadaan dini di masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk.

Puskesmas Mauk — Melayani dengan Simpati.

Puskesmas Mauk/Prom-lsm) Nomor: PROM/031/PKM-MAUK/VIII/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.